M-NEWS
Kisah Lauv Yang Raih Platinum dari Sebuah Voice Memo
byMUGOS TEAM
5th, Agustus 2020
Comment
news


Penyanyi bernama Ari Staprans Leff atau yang lebih dikenal dengan nama Lauv mungkin tidak akan menyangka jika lagunya yang berjudul I Like Me Better bisa meraih kesuksesan besar di pasaran hingga berhasil meraih platinum, bahkan bisa dibilang jika I Like Me Better sangat berpengaruh besar pada karier seorang Lauv sebagai musisi.

Usut punya usut, ada sebuah kisah menarik dibalik terciptanya lagu ini. I Like Me Better sendiri tercipta ketika Lauv memutuskan pindah ke New York, AS. Setelah sampai di sana, Lauv berangkat ke studio namun mendadak ia tidak mempunyai ide di kepalanya, yang ada saat itu hanyalah sebuah nada yang terus terngiang-ngiang di pikirannya.

“Aku datang ke studio kala itu, dan aku tidak punya konsep, tidak punya lirik dan tidak tahu akan menulis apa,” ujar Lauv mengutip dari mtv.com.

Dengan nada yang terus muncul di kepalanya, Lauv akhirnya memutuskan untuk merekam nada tersebut menjadi sebuah voice memo di handphonenya. Dengan nada synth yang sudah ia persiapkan sebelumnya, ditambah dengan penambahan ketukan drum, nada yang ia rekam tersebut perlahan mulai menjadi sebuah visi yang cukup jelas di pikirannya, yang mana di kemudian hari menjadi sebuah lagu yang melejitkan kariernya sebagai seorang musisi.

Setelah dirilis kepasaran, I Like Me Better mendapat respon yang sangat positif dari banyak orang. Mengutip dari wikipedia.com Lagu ini berhasil menembus Billboard Top 10 setelah terus menanjak selama 35 minggu lamanya dan berhasil memecahkan rekor sebagai lagu yang paling lama menanjak ke peringkat 10 Billboard charts.

Lagu ini juga berhasil meraih kesuksesan di Australia dengan raihan triple platinum dari ARIA (Australian Recording Industry Asociation) dengan catatan 210 ribu penjualan dan streaming. Selain di Australia, I Like Me Better juga berhasil meraih platinum di Selandia Baru.

Lauv sepertinya cukup beruntung karena nada yang ia rekam tersebut ternyata berakhir pada beberapa penghargaan prestisius yang ia terima. Namun itulah keberuntungan, ketika kerja keras dan kesempatan bertemu, tidak ada yang tahu kejutan apa yang akan terjadi. Bagaimana menurut kalian Frentos?

image cover via bolehmusic.com