M-NEWS
Dulu Diledek, Nancy Go Berhasil Hasilkan Produk Yang Mendunia
byMUGOS TEAM
19th, Februari 2020
Comment
news


Dikalangan para fashionita dan para penggemar barang-barang mewah, tas adalah sebuah item pelengkap yang rasanya wajib mereka miliki. Dengan harga yang tentunya tidak murah, tas-tas tersebut secara otomatis memiliki nilai yang cukup prestisius bagi mereka. 

Louis Vitton, Michael Kors, Burberry hingga Chanel adalah merk tes yang biasa di pakai oleh banyak selebriti dan publik figur dunia. Namun diantara semua brand ternama tersebut ada satu brand yang berasal dari Indonesia yang mampu sejajar dengan brand tersebut.

Adalah Nancy Go dan brand tas yang ia beri nama Bagteria yang mampu menembus pasar dunia. Nancy Go mungkin tidak pernah menyangka jika tas buatannya pada akhirnya ditenteng oleh para pesohor dunia seperti Emma Thompson, Anggun, dan Putri Zara Phillips. Bahkan saking naksirnya dengan tas buatan Nancy, Paris Hilton sampai rela membeli tas displai yang ada di New York Fashion Week.

Wajar jika tas buatan Nancy mampu bersaing di dunia, pasalnya Nancy membuat tasnya dari material terpilih sehingga mampu menghasilkan tas yang berkualitas. Harga dari tas ekslusif buatan Nnancy saat ini di banderol dari harga 1 juta rupiah.

Uniknya Nancy yang pernah tinggal di Brasil sampai umur enam tahun tersebut ternyata sudah lama memiliki hobi merajut, menyulam dan menjahit sejak lama. Akibatnya ia sering disebut seperti nenek-nenek oleh temannya.


Lulus SMA Nancy tidak melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi. Ia lebih memilih untuk merawat sang ayah yang terkena penyakit stroke. Baru setelahnya ia menggeluti minatnya tersebut Susan Budiardjo Fashion College jurusan desain fashion.

Hingga pada tahun 2000 ia memutuskan untuk menekuni hobinya tersebut dengan membuat tasnya sendiri dan ia beri nama Bagteria. “Saya memilih nama itu karena lucu. Harapannya agar mewabah seperti bakteri,” Ujar Nancy.

Dengan modal 100 juta nancy bersama dengan sang suami akhirnya mendirikan PT Metamofosa Abadi, dan memiliki lima karyawan. Paham jika orang Indonesia memiliki minat yang rendah terhadap produk dalam negeri. Nancy akhirnya memasarkan produknya tersebut ke luar negeri. Alhasil Bagteria berhasil mendunia.

Image source : kinibisa