M-NEWS
3 Ide Bisnis Nyeleneh Tapi Sukses, Kok Bisa?
byMUGOS TEAM
8th, Agustus 2020
Comment
news


Seorang pebisnis yang handal biasanya memiliki pemahaman insight bisnis yang mendalam yang mana hal ini biasanya terlihat dari tajamnya snap judgement decision yang mereka miliki terhadap suatu bisnis. mudahnya begini, Seorang pebisnis handal akan mampu menganalisa bagaimana nasib sebuah bisnis hanya dengan mengetahui bentuk dan pola kerja bisnis tersebut, mereka sangat paham bagaimana sebuah bisnis akan maju atau malah jalan di tempat hanya dengan pemahaman akan paint poin dalam berbisnis. Jika seorang pebisnis mengerti dengan apa yang dinamakan dengan pain point, bisa dipastikan jika keputusan bisnis yang mereka ambil tidak akan berakhir dengan kegagalan, setidaknya begitulah yang diterangkan oleh seorang pebisnis asal Indonesia yang katanya bisa membuat setengah Singapura menjadi gelap gulita bernama Mardigu Wowiek.

Namun jika kita menyinggung masalah keputusan berbisnis, kita semua pastinya tahu jika ada jutaan ide bisnis yang bisa kita pilih dan tentukan sesuka hati. Meskipun tergolong banyak, mayoritas orang biasanya cenderung memilih ide dan bidang bisnis yang bersifat sama dan sudah ada sebelumnya, inilah yang kemudian dinamakan dengan ketidak mampuan dalam melihat pain point dan membedakan apa yang disebut dengan wants dan needs.

Meskipun banyak orang cenderung memilih ide bisnis yang terkesan itu-itu saja, ternyata ada sebagian orang yang justru memilih ide bisnis yang bersifat anti mainstream, bahkan bisa dibilang mungkin hanya mereka yang melakukannya. Apa saja sih jenis bisnis tersebut? Berikut daftarnya :

Jual Beli Cincin Tunangan – Josh Opperman


Foto via Minimore.com

Josh Oppperman adalah seorang pemilik dari sebuah bisnis jual beli cincin tunangan bernama I Do, Now I Don’t. Bisnis ini ternyata di latar belakangi oleh pengalaman hidup Josh ketika ditinggal pergi oleh tunangannya. Josh yang kala itu sudah susah payah mengumpulkan uang demi membeli cincin untuk tunangannya terpaksa harus kembali menjual cincin yang sudah ia beli, sialnya ketika hendak menjual kembali cincin yang sudah ia beli tersebut, harga yang ditawarkan oleh toko terhadap cincin tersebut hanya sebesar 3.500 USD padahal Josh membeli cincin tersebut seharga 10 ribu USD.

Pengalaman tidak menyenangkan tersebut lah yang akhirnya membuat Josh mendirikan I Do, Now I Don’t. Di sana para penjual cincin yang bernasib sama dengan Josh akan mendapat harga yang lebih masuk akal.

Lalu apakah bisnis tersebut berhasil menuai kesuksesan? Jawabannya tentu saja, Josh bahkan sampai di undang ke CNN, The Today Show sampai ke The New York Times. Mengapa ia bisa sukses? Josh berhasil menemukan pain point bisnisnya.

Menjual Batu Peliharaan – Gary Dahl



Mempunyai hewan peliharaan itu sebenarnya menyenangkan, namun sebagian orang yang tidak ingin direpotkan oleh hewan peliharaan akhirnya lebih memilih untuk tidak punya peliharaan. Lalu bagaimana jika ada orang yang tidak ingin repot tapi tetap ingin punya peliharaan? Meskipun terdengar aneh, pertanyaan tersebut justru malah dianggap sebagai Pain Point oleh seseorang bernama Gary Dahl.

Dengan ide nyeleneh yang ada di kepalanya, ia membuat sebuah bisnis bernama The Pet Rock. Tanpa ada rasa keraguan sedikitpun, Gary menjual bermacam-macam batu yang bisa dijadikan peliharaan oleh seseorang. Dan benar saja, ide gila tersebut ternyata muncul ketika dirinya mendengar keluhan dari banyak orang tentang hewan peliharaan mereka. Lalu apakah bisnis tersebut berhasil? Bukan hanya berhasil, Gary bahkan menjadi milyader dari bisnisnya tersebut. Mengapa Gary bisa berhasil? Maish tanya kenapa?

Rental Ayam – Leslie Suitor


Foto via : blogunik.com

Leslie Suitor awalnya mendengar keinginan sahabat dan tetangganya untuk berternak ayam, namun dengan minimnya pengetahuan akan ayam, ditambah dengan ketakutan akan flu burung membuat keinginan tersebut tak kunjung jadi kenyataan. Jika kasus yang sama terjadi di hidup kita, jawaban yang keluar dari mulut kita mungkin sekedar ucapan berupa “oh benar juga ayah,” namun jika Frentos mempunyai naluri dan insting tajam dalam berbisnis, kalian pastinya tahu apa yang harus dilakukan?

Leslie mengerti betul apa yang harus ia lakukan. Berawal dari keinginan sahabatnya tersebut, Leslie memutuskan untuk mendirikan sebuah bisnis penyewaan ayam untuk mereka yang ingin belajar bagaimana rasanya berternak ayam. Lalu bagaimana hasilnya? Bisnis Leslie tersebut ternyata mendapat respons positif dari banyak orang, saat ini bisnis Leslie berkembang hingga ke 17 negara bagian di Amerika Serikat.

Bisnis Leslie  tersebut sudah pasti tidak hanya sekedar menyewakan ayam, namun sebagai seorang pebisnis anda tentunya tahu apa saja yang harus dilakukan dengan bisnis tersebut bukan, terbayang kan apa yang harus dilakukan, sudah ketemu snap judgement decision-nya?

Bagaimana Frentos, sudah mengerti kan dengan apa yang dinamakan dengan Pain Point? hal inilah yang sejatinya menjadi kunci sukses utama seorang Nadiem Makarim bersama dengan start up Gojek-nya. Seorang Nadiem mengerti jika semua orang akan merasa bangga jika memiliki kendaraan bermerk seperti Mercedes Benz atau BMW atau apapun itu merknya, inilah yang dinamakan dengan Wants. Namun lebih dari itu, Nadiem juga mengerti jika semua orang butuh kendaraan untuk sarana transportasi, inilah yang disebut dengan Needs. Bagaimana menurut kalian Frentos?